Selasa, 02 April 2019

Hallo Educa...

Setelah tulisan saya tentang pengalaman SKD, bisa dibaca disini Pengalaman Lolos CPNS Tahap SKD, sekarang saya ingin membagikan pengalaman saya saat tes SKB. Saya mengikuti tes CPNS tahun 2018. Kebetulan formasi yang saya ambil adalah Formasi Dosen Kemenag, khususnya Dosen IPA. Pada dasarnya antara formasi yang satu dengan yang lainnya aturan mainnya hampir sama. Cuma karena pasti grogi mau ikut SKB, biasanya kita lebih cenderung mencari referensi yang kondisinya hampir sama dengan yang kita alami.

Untuk SKB tahun 2018 aturannya agak sedikit berbeda. Setiap tes memiliki porsi yang hampir sama, Psikotes 30%, Wawancara 30%, dan Microteaching 35%. Kalau sudah tau begini, kalian harus rajin-rajin googling pengalaman dari teman-teman yang lain saat SKB. Hal ini bermanfaat supaya kita memiliki pengetahuan tentang SKB yang belum pernah kita alami sebelumnya. Setelah mendapatkan banyak referensi, kalian harus memiliki persiapan yang matang. Karena ini adalah medan pertempuran yang terakhir, jadi semuanya harus maksimal. Jadikan tes ini menjadi keberhasilan yang indah. Selanjutnya, berikut pengalaman dan tips dari saya saat melewati tes SKB.

1. Tes Psikotes

Untuk tahap SKB 2018 ini dilaksanakan selama 2-3 hari, tergantung kampusnya, dan berlokasi di masing-masing satker atau tempat yang ditentukan satker. Kalo saya kemarin cuma 2 hari, Hari Senin dan Rabu. Tes Psikotes dilaksanakan pada Hari Senin jam 9 pagi. Karena perjalanan dari rumah ortu ke satker membutuhkan waktu 30 menit, jadi saya berangkat jam 5.30 dari rumah. Sehingga 3 jam sebelum tes sudah berada di lokasi.

Persiapkan alat pensil 2B, penghapus, rautan, bolpoin, dan papan alas yaa. Banyak yang bertanya-tanya tes psikotesnya seperti apa, apakah menggunakan tes stifin, atau tes koran, atau tes gambar. Jadi tes psikotes ini isinya kurang lebih seperti TIU. Jadi kalian belajar dari buku-buku TIU waktu SKD kemarin itu sudah cukup. Tes ini cenderung mudah. Walaupun kelihatannya mudah, tidak ada salahnya untuk selalu belajar dengan matang, kalo tidak, nanti kalian bisa terjebak.

Tes ini isinya sama untuk semua satker yang berada di bawah kemenag. Di awal-awal akan disajikan soal psikologi yang hanya ada 2 jawaban, misalnya: kerja dengan cepat atau kerja dengan teliti, saya seorang pemimpin atau saya mengerjakan tugas dengan baik, saya pintar atau saya pemimpin. Soal seperti itu ada 100an soal. Untuk soal hitung-hitungan kurang lebih berisi tentang berapa persen keuntungan, berapa lama membangun rumah, jam berapa 2 pengendara motor akan bertemu, dan sebagainya. Soal-soalnya seperti itulah, pahamkan maksud saya, hihihi. Untuk soal gambar yang keluar kemarin tentang pencerminan dan rotasi, disini yang pada suka kejebak, soal ini bisa dipelajari di buku-buku CPNS biasanya ada. Kemudian ada juga soal bahasa indonesia, isinya tentang ide pokok, ada yang saya terjebak itu di bagian sinonim dan antonim, jadi harus banyak-banyak baca, karena gimana ya, kadang soal sinonim dan antonim mau dinalar juga susah kalau belum pernah dengar. Di bagian depan soal setelah sampul akan ada contoh soalnya (hahaha disini yang menarik), harus dibaca baik-baik, karena nanti disitu kalian akan mendapatkan inspirasi.

Tes psikotes ini menurut saya agak mudah sih ya. Buktinya, banyak teman-teman saya saat itu berhasil mengerjakan hanya dalam waktu 1 jam saja. Tapi kemarin saya memaksimalkan waktu saya dan tidak mau terburu-buru. Sisa waktu 1 jam saya pergunakan untuk meneliti jawaban mulai dari awal hingga akhir. Ini penting, supaya kita tidak terjebak soal. FYI, saat itu ada beberapa soal yang tidak ada jawabannya. Sempet saya berpikir kalo soal itu dibuatnya agak ngasal, hehehe.

2. Tes Wawancara

Tes wawancara saya berlangsung pada hari Rabu, 2 hari setelah tes psikotes. Jadi pada hari Rabu itu ada tes wawancara sama tes microteaching. Persiapkan bekal dan snack, karena ini akan menjadi tes yang panjang dari pagi sampai sore atau bahkan malam.

Untuk tes wawancara kemarin kami diminta untuk menyiapkan data tentang biodata dan prestasi kami. Jadi waktu itu yang  saya persiapkan adalah biodata yang berisi profil, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman penelitian, pengalaman pengabdian, prestasi apa saja yang diperoleh, saya buat dalam bentuk tabel. Karena saya tidak memiliki prestasi yang spesifik, saya isi dengan buku apa yang saya tulis dan artikel-artikel yang sudah saya publish di jurnal, dan juga seminar apa saja yang sudah saya ikuti. Semua yang saya tulis di kolom pengalaman kerja dan kolom prestasi saya kumpulkan bukti fisiknya. Bukti fisik itu ya seperti sertifikat, buku cetak, printout artikel jurnal, dan juga SK. Lalu saya bendel jadi satu dengan biodata, dan saya beri kertas warna warni sticky paper supaya mudah mencarinya. Ini bisa jadi tebel banget. Kemudian dicopy sebanyak 3 kali. Lakukan dengan rapi, sampai kalian ingin melihatnya terus karena terpesona dengan hasil kerja kalian, hehe. Dengan mempersiapkan biodata dan bukti fisiknya dengan sungguh-sungguh, secara otomatis akan meningkatkan kepercayaan diri kita saat menghadapi tes wawancara lho, jadi persiapkan sebaik mungkin.

Wawancara berlangsung bisa sangat menegangkan atau santai sambil bercanda. Waktu itu saya diminta untuk memasuki ruangan dan duduk dihadapan 3 penguji. Tapi yang menanyai hanya 2 orang saja. Dalam sesi wawancara ini intinya penguji ingin mengetahui seberapa dalam kita tentang ilmu agama, penelitian apa yang sudah dilakukan, berapa artikel jurnal yang sudah ditulis, dan memastikan juga bahwa kita tidak terlibat dalam agama yang sesat. Kurang lebih wawancara oleh penguji A dan B nya seperti ini.

A: Ikut organisasi apa saja? (maksudnya seperti Himpunan Dosen IPA atau sejenisnya).
A: Aktif tidak di orgnisasinya?
A: Kalau organisasi di masyarakat, ikut apa?
A: Kegiatan pengabdian yang pernah dilakukan apa saja? (misalnya pengurus di organisasi desa).
A: Pernah nulis artikel jurnal?
A: Pernah menulis buku?
A: Pernah menulis artikel offline yang bukan online? (mungkin maksudnya sperti nulis di koran gitu).


Dari penguji A dapat saya simpulkan bahwa:
Penting bagi temen2 untuk tergabung dalam sebuah himpunan dosen sesuai bidang temen2. Minimal kita punya kartunya sebagai bukti fisik. Pendaftarannya biasanya bisa dilakukan melalui website resminya kok. Penting bagi temen2 untuk menjadi bagian dari organisasi masyarakat, minimal anggota ibu2 majelis taklim lah, hehehe. Penting juga bagi temen2 mulai dari sekarang mempersiapkan artikel yang sudah publish di jurnal. Kalau pernah menulis buku, itu lebih baik. Kalau pernah membuat tulisan di koran, itu juga lebih baik. Atau bisa mulai dari sekarang mencari link editor koran, karena ini nanti akan bermanfaat buat temen2 ke depannya.

B: Bisa sholat?
B: Kalau niat sholat subuh bacaannya gimana?
B: Lanjut sampai doa iftitah
B: Biasanya surat apa yang dibaca?
B: Coba sekarang baca surat Al-Kafirun!
B: Tafsirnya bagaimana?
B: Artinya bagaimana?
B: Bagaimana pandanganmu tentang kelompok2 yang memiliki ideologi yg berbeda dg negara kita? (maksudnya seperti teroris gitu).
B: Mengapa sila pertama bunyinya ketuhanan yang Maha Esa? Padahal banyak kiyai yang memiliki peran besar dalam merebut kemerdekaan?
B: Bgmn pandanganmu apabila di tempat tinggalmu ada perayaan nyepi, padahal mayoritas muslim?
B: Bagaimana sikapmu terhadap teganggamu yang memiliki beda agama?
B: Bisa nulis arab? Coba sekarang tulis ayat pertama surat Al-Kafirun!
B: Sering baca Al-Quran?
B: Coba sekarang baca Al-Quran ini, acak saja!

Kurang lebih seperti itu. Kalau menurut saya, Surat Al-Kafirun 70% pasti muncul, karena tujuannya adalah untuk mengarahkan ke pembahasan terorisme. Semuanya bisa dicari sendiri di google ya gaes, termasuk juga pelajari sepak terjang HTI di Indonesia, kemudian juga hak2 tetangga sudah diatur juga dalam islam.

3. Tes Microteaching

Tes ini menjadi tes terakhir setelah lama menunggu giliran. Sebelum melakukan tes ini sebenarnya saya sempat merasa galau dan hampir tidak lanjut tes. Karena FYI formasi saya hanya ada 1 slot, pada saat SKD diperebutkan oleh 32 orang, yang lolos passing grade ada 5 orang, yang lolos ke SKB ada 3 orang termasuk saya dan saya berada pada posisi 3. Itu yang membuat saya khawatir, di sisi lain perjalanan saya ke tempat tes membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena harus naik pesawat. Tapi kemudian atas saran dari beberapa teman saya mau melanjutkan perjuangan lagi, dengan catatan HARUS MAKSIMAL.

Maksimal bagaimana yang saya lakukan disini? Tes SKB itu adalah kesempatan kita untuk menjual diri. Entah itu dari sisi kerja keras kita, dari prestasi kita, atau dari bahasa yang kita kuasai. Jadi saya memutuskan menjual diri dengan mempersiapkan presentasi mengajar saya dalam bahasa inggris. Jangan dikira saya pintar bahasa inggris ya gaes. Ini pun saya menyiapkan kertas yang berisi materi kuliah dalam bahasa inggris yang harus saya hafalkan. Materinya tidak perlu yang susah2. Pilih materi yang paling dikuasai saja.

Jangan lupa juga untuk mempersiapkan RPS (dalam bahasa Indonesia) yang di dalamnya mencantumkan korelasi setiap materi dengan Al-Qur'an. Persiapkan juga PPT berbahasa inggris, dan di dalamnya juga mencantumkan korelasi materi dengan Al-Qur'an. Dengan persiapan seperti ini munculkan rasa percaya diri kalian. Tidak banyak orang yang mau engambil resiko mengajar dengan bahasa Inggris, saran saya AMBIL KESEMPATAN ITU. Toh kalau tidak lolos ketemu penguji juga cuma sekali itu doang. Dari pengalaman teman-teman saya yang ikut tes SKB, semuanya keterima dengan menggunakan persiapan bahasa Inggris yang baik. Pengalaman saya kemarin seperti ini:

3 Orang dengan formasi yang sama dipanggil dalam ruangan kelas. Ada 2 penguji disana, katanya sih satunya Wakil Rektor, satu lagi Dekannya, pokoknya rata-rata pengujinya pejabat tinggi yang ada di kampus. Penguji 1 ahli Bahasa Arab, penguji 2 ahli dalam Bahasa Inggris. Kurang lebih adegannya seperti ini:

P1: Silakan Anda melakukan praktek mengajar sesuai dengan apa yang sudah Anda persiapkan.
P1: Silakan explore kemampuan Anda, jika memiliki kemampuan dalam bahasa asing ya ditunjukkan saja, tidak usah ragu2. Mau Bahasa Arab atau Bahasa Inggris silakan saja.
Proses praktek hanya sekitar 10 menit, baru juga dapat pendahuluan. Jadi usahakan ya gaes, dalam waktu 10 menit itu kalian bisa menunjukkan skill bahasa kalian, kemudian menunjukkan korelasi materi dengan Al-Qur'an, dan memperlihatkan strategi pengajaran yang digunakan, lebih efektifnya sih menggunakan metode demonstrasi saja. Setelah mengajar penguji 2 saya bertanya seperti ini:
P2: What's the method you use in your learning activity?
P2: I know that your expertise is physics, so what's your strategy so that you can teach Integrated Science (IPA) to your students?
Kurang lebih seperti itu lah. Jadi sangat penting mulai dari sekarang latihan menggunakan bahasa inggris ketika membuka kelas dan menutup kelas ya gaes. Itu juga latihan yang saya gunakan selama beberapa bulan terakhir.

Alhamdulillah setelah melewati perjalanan panjang ini akhirnya saya lolos lho gaes. Dari yang nilai saya ada di urutan 3 langsung naik ke urutan 1, hihihi. Saya bisa, kalian juga pasti bisa. Semangat. Kalau kalian masih bingung tentang langkah selanjutnya setelah lolos CPNS bisa baca postingan yang ini Langkah Selanjutnya Setelah Lolos Tes CPNS.

Sekian ya gaes. Semoga bermanfaat... ^_^






Sabtu, 30 Maret 2019

Hallo Educa...

Banyak yang bilang kalau PNS itu pekerjaan konvensional, dalam artian bertolak belakang dengan cita-cita kaum milenial saat ini. Eits, tapi jangan salah dulu ya. Ternyata peminat lowongan CPNS lebih banyak dari yang kita kira. Salah satunya adalah saya, hihihi.

Di postingan saya kali ini, saya akan membagikan pengalaman saya kemarin saat mengikuti tes CPNS. Kebetulan formasi yang saya ambil adalah formasi dosen di salah satu PT yang berada di bawah naungan Kementrian Agama. Untuk part ini khusus membahas tips-tips waktu SKD ya gaes. Jadi langsung saja kita simak tips dari saya.

1. Niat

Niat disini bukan hanya niat-niatan ya gaes. Niat itu ya harus berkomitmen dari awal bahwa kita akan bener-bener berjuang sekuat tenaga untuk ikut tes. Iya sih ikut tes CPNS itu seperti iseng-iseng berhadiah. Tapi isengnya harus serius. Kalupun kalian gak lolos, saya yakin, gak bakalan rugi kok. Paling tidak, ketika kalian gagal, kalian bisa menemukan kekurangan untuk dievaluasi untuk menghadapi tes tahun depan.

Kadang kalau musim-musim tes CPNS gitu kan banyak yang pada tanya ya gaes, "kamu ikut tes gak?" "ambil formasi dimana?" dan lain sebagainya. Nah, ketika ditanya begitu, kalian jawabnya juga harus yakin "ya saya ikut". Dalam artian ini tuh bukan hanya iseng-iseng belaka. Waktu itu saya juga ditanya tentang tes CPNS, dan jawaban saya mantap "saya ikut tes, dan saya belajar, saya gak mau iseng-iseng saja, karena biaya transportnya mahal, intinya saya gak mau rugi dan gak mau nyesel" wkwkwkw mantap gak tuh. Jangan dibayangin kalo jawaban saya kaku gitu ya, yang sambil bercandaan lah. Jangan sampai terlihat menyombongkan diri gitu.

2. Belajar

Iya, be-la-jar. Namanya juga gak mau iseng-iseng ya. Jadi saya belajar sungguh-sungguh untuk tes ini. Karena kita gak tau setinggi apa kualitas saingan kita. Saingan kita seperti hantu, tidak terlihat siapa saja orangnya. Oleh karena itu, pastikan bahwa usaha kalian lebih besar daripada saingan kalian. Perlu kalian tau, bahwa dari 100% peserta SKD, hanya 10% yang memiliki persiapan yang benar-benar matang. Artinya jika total peserta di 1 formasi ada 20 0rang, maka yang benar-benar punya persiapan matang hanya 2 orang saja. Pastikan kalian menjadi bagian dari 10% itu. Untuk memiliki persiapan matang dalam SKD simak tips berikut.

TWK
Untuk belajar TWK ini cara yang paling mudah adalah dengan menghafalkan UUD 1945. Waktu itu saya membaca dan berusaha menghafalkan isi UUD'45 dari pasal 1 hingga 37. Tapi ternyata gak berhasil menghafal. Kemudia saya bikin lebih simple lagi dengan membuatnya dalam bentuk tabel supaya mudah dihafal. Saya tuliskan inti-intinya saja, tidak perlu hafal kata per kata. Lumayanlah hasilnya 30%. Tidak sampai disitu, lalu saya membuat peta konsep yang isinya gambar-gambar untuk mengilustrasikan tiap pasal. Dan ini lumayan gaes, hafal 50%. Kemudian saya memadukan tabel dan peta konsep, luar biasa hasilnya bisa hafal 100%. Untuk mendownload peta konsep yang saya buat bisa klik Peta Konsep UUD 1945, dan untuk mendownload Tabelnya bisa klik disini Tabel UUD 1945.

TIU
Untuk TIU ini tidak ada jalan lain gaes. Harus latihan soal dari buku-buku tes CPNS yang banyak beredar di pasaran atau di dunia maya. Kebetulan e-book saya tentang tes CPNS ini beum ketemu filenya. Nanti kalau sudah ketemu filenya akan saya bagikan juga. TIU ini isinya soal-soal matematika dan bahasa Indonesia yang isinya menantang logika kita. Pokoknya harus belajar ya gaes. Pengalaman saya kemarin, saya menghabiskan 3 buku, 1 buku beli di toko buku dan 2 buku elektronik dari teman-teman saya di grup WA. Tidak perlu buku yang tahunnya terbaru. Untuk tes tahun 2018 saya belajar menggunakan buku tahun 2015 masih juga relevan.

TKP
Plis banget jangan meremehkan TKP. Banyak kasus teman-teman saya kemarin yang gagal di TKP karena tidak mempelajarinya. Meskipun kelihatannya ini hanya soal biasa dimana kita dituntut untuk memilih jawaban terbaik atas kejadian sehari-hari, tapi bener, ini cukup mengecoh. TKP bisa dipelajari dari buku tes CPNS juga. Harus dibaca benar-benar dan diresapi. Jangan lupa setelah mengerjakan simulasi di buku untuk selalu membaca pembahasannya juga. Ini bisa menunjukkan kita jawaban mana yang benar.

3. Tetapkan Target yang Tinggi

Jangan pernah ragu untuk mematok target yang tinggi. Mumpung gratis kan ya, wkwkwk. Pelajari simulasi demi simulasi yang ada di buku. Setelah mengerjakan simulasi 1, pastikan nilai kalian meningkat di simulasi 2, 3, dan seterusnya. Target yang telah kita capai akan turun sampai 20% ketika menjalani tes sebenarnya karena faktor kondisi tubuh atau konsentrasi. Waktu itu saya sempat shock nilai saya turun banyak saat SKD, wkwkwkwk. Tapi alhamdulillah masih lolos passing grade.

4. Selalu Berdoa dan Berbuat Baik

Banyakin tahajud, puasa, ngaji. Pokoknya perbaiki hubungan kita sama Allah dan orang tua. Kalaupun gagal CPNS juga gak bakal rugi kok gaes, karena itu sudah ketentuan Allah dan ridho orang tua, apapun itu pastilah yang terbaik. Hal ini nantinya bisa bikin kita tetap legowo ketika gagal, dan tetap down to earth ketika berhasil lolos, jadi gak akan rugi. Dan juga jangan lupa untuk selalu berbuat baik. Waktu itu setelah saya selesai membuat peta konsep dan tabel, saya share ke WA story dan beri ke teman-teman yang memang membutuhkan. Sampai suami saya bilang "itu bikinnya capek-capek kenapa malah dibagikan ke orang?", jawaban saya simple "dengan mempermudah orang lain semoga Allah juga mempermudah jalan kita".

Itu saja ya gaes sharing dari saya. Jika ingin baca cerita selanjutnya tentang Pengalaman Lolos CPNS Tahap SKB bisa dibaca disini. Semoga bermanfaat... ^_^




Senin, 02 Juli 2018


Hallo Educa...

Seseorang berpendidikan tinggi, kita sebut saja S2, tidak menjamin akan mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi juga tidak berarti akan susah. Semua butuh usaha, tidak instan. Mie instan saja yang katanya instan tetap harus direbus dulu kan.

Sejak pemerintah meluncurkan program Beasiswa Unggulan pada tahun 2011 lalu, lulusan S2 bak jamur di musim penghujan, membludak. Ini memang yang diharapkan oleh pemerintah sih, yaitu meningkatnya jumlah lulusan S2 dan S3.

Saat itu lulusan beasiswa diwajibkan untuk mengabdi di subuah perguruan tinggi dalam waktu yang sudah ditentukan. Ditambah lagi, akan digaji minimal sebesar UMR.

Sayangnya niat baik pemerintah itu tidak dibarengi dengan keinginan perguruan tinggi. Banyak perguruan tinggi, bahkan mungkin semua, tidak mampu membayar gaji dosen “junior” sebesar UMR. Kalaupun ada, pasti akan memicu keributan dengan dosen “senior”.

Tetapi permasalahn tadi tetap tidak menyurutkan lulusan S2 untuk memburu lowongan dosen. Cara yang dilakukanpun bervariasi. Berikut ini saya akan merangkum usaha-usaha yang sudah saya dan teman-teman saya lakukan untuk mencari dan melamar menjadi dosen.

#1 Mencari lowongan dosen melalui internet

Dengan cara ini, sama saja kita sudah disediakan sebungkus nasi goreng. Tinggal kita mau memakannya atau tidak. Lowongan dosen sering kali muncul ketika mendekati semester baru, Bulan Maret atau September. Bahkan tidak jarang perguruan tinggi terkemuka yang membuka kesempatan ini.

Lowongan seperti ini biasanya banyak bermunculan di grup Whatsapp alumni. Inilah salah satu keuntungan grup alumni. Lebih untung lagi jika persyaratannya sesuai dengan yang kita miliki. Biasanya persyaratan yang menjadi kendala adalah masalah bidang keilmuan dan atau jarak dengan domisili.

Jika sobat belum menemukan PT yang sedang membuka lowongan, silakan baca cara yang ke-2.

#2 Mencari info dari kerabat atau teman

Berbahagialah sobat yang memiliki kerabat yang bekerja di sebuah PT. Apalagi jika kerabatnya itu memiliki jabatan tertentu di PT tersebut. Nggak banyak syarat yang harus dipenuhi, biasanya langsung diterima.

Jika sobat tidak memiliki kerabat di PT, bisa mencari info melalui teman yang sudah menjadi dosen di PT tujuan. Biasanya ada PT yang sebenarnya dia membutuhkan dosen, tapi malas membuat iklannya. Kejadian seperti ini biasanya terjadi apabila di PT tersebut tidak mengadakan tes untuk merekrut dosen. Dengan kata lain, hanya seleksi berkas saja.

Jika sobat ingin segera menjadi dosen tapi belum juga dapat WA dari teman, silakan coba cara yang ke-3.

#3 Mengirim berkas secara random

Daripada menunggu yang tidak pasti, mending melakukan yang pasti-pasti saja. Sobat bisa melakukan cara ini dengan membuat list perguruan tinggi dan alamatnya.

Cara ini cukup simple. Kita hanya membuat list perguruan tinggi yang kita inginkan, beserta alamatnya. Kemudian mengetikkannya pada selembar kertas. Tempel di amplop. Isi amplop dengan berkas. Lalu kirim.

Tunggu hingga beberapa saat. Masa penantian ini waktunya bisa bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Jadi bersabar saja yaaa.

#4 Mengirim lamaran langsung ke PT tujuan

Keuntungan dari cara ini adalah, sobat bisa langsung ngobrol dengan si empunya. Dari obrolan tersebut sobat bisa langsung mengetahui hasilnya, ntah itu diterima, ditolak, atau harus menunggu sampai nanti ada lowongan.

Itu tadi cara yang bisa sobat lakukan dalam mencari lowongan dosen. Jangan patah semangat ya. Tidak ada usaha yang sia-sia. Semua pasti ada hikmahnya.

Semoga bermanfaat ^_^


Kamis, 31 Mei 2018

Hallo educa...
Setelah kemarin blog sempat nggak terurus selama hampir 2 bulan, sekarang saatnya atur jadwal, setiap jumat saya harus utak-atik blog, titik, harus.

Tulisan saya yang terakhir kemarin, rata-rata berkisah tentang pengalaman semua ya. Maklum sih mental mental curhat, hahahah. Enggak kok, cuman berbagi aja (ngok :D).

Jadi 50 hari yang lalu kan saya habis melahirkan, terus badan merasa agak gendutan (lebih tepatnya sangat gendut). Segendut-gendutnya saya, saya tidak pernah memiliki berat badan lebih dari 58 kg. Nah ini? Waktu hamil kemarin sempat naik 20 kg, dari 57 kg menjadi 67 kg. so amazing. Kok iso ya. Ya kan hamil to, jadi ya wajar aja.

3 minggu setelah melahirkan udah turun 10 kg, jadi 67 kg. Alhamdulillah alhamdulillah. 2 minggu kemudian, tanpa usaha yang berarti, beratbadan saya turun lagi 2 kg. Artinya, 8 kg lagi menuju berat semula.

Tapi masalahnya sekarang, saya pengen punya BB yang kayak pas kuliah dulu, 52 kg lah. Duh, berat yaa. Dulu sempat diet sih, 3 tahun lalu. Nah sekarang pengen diet lagi. Nah, itu, yang mau saya bagikan. Tentang pengalaman saya diet dulu. Biar semangat dietnya, jadi boleh lah ya sambil bernostalgia membayangkan saat-saat kurus dulu.

Supaya diet kamu berhasil, ikuti tips berikut.

1. Niat
Ini sering kali menjadi tips populer nomor wahid bagi dieter. Dan ini benar. Sebelum memulai diet, teman2 harus berkomitmen pada diri sendiri untuk mematuhi rule yang telah ditentukan sendiri. Kurang enak apa coba, udah rule-nya bikin sendiri, dijalan-jalanin sendiri, tinggal prakteknya aja susahnya minta ampun, manja sih pada tubuh sendiri (marahin diri sendiri, wkwkwkw).

2. Menentukan batas waktu
Sayangnya saya bukan termasuk orang yang tlaten hidup sehat. Makan kadang masih suka asal, mie instan, gorengan, you know lah ya makanan-makanan itu rasanya luar biasa jika ketemu mulut. jadi saya menentukan batas waktu untuk diri saya sendiri. Waktu itu saya ingin melakukan diet selama 2 bulan, dimulai dari tanggal 1 april. Jadi saya punya kalender yang ditempel di dinding, biar mudah untuk dicoret-coret, atau biasanya saya lingkari kalo sehari sudah terlewati. Beneran ini bikin semangat banget, kayak ngitung puasa, hahaha.

3. Memilih diet yang cocok
Untuk mengetahui tentang jenis-jenis diet, kamu harus banyak baca. Kebetulan diet yang saya gunakan adalah OCD punyanya Dedy Corbuzier. Jadi waktu itu saya searching tentang OCD, download ebooknya, kepoin pengalaman dieter-dieter yang sudah berhasil, apalah pokoknya yang bikin motivasi jadi naik. Ada teman saya yang menggunakan diet mayo juga, dia konsisten juga, dan berhasil menurunkan sekitar 20 kg-an dalam waktu 6 bulan, emang usahanya mati-matian sih. Makanya, jangan patah semangat, ayooo. Nggak enak lo jadi orang gendut.

4. Beri tahu teman-temanmu
Godaan terberat dari pelaku diet, adalah, "ajakan makan dari teman". Iya nggak? ngaku... Alangkah lebih baiknya jika teman-temanmu tahu bahwa kamu sedang diet. Saya dulu setiap diajak teman untuk makan siang, dengan sopan saya menolaknya. Kadang ikut juga tapi nggak ikut makan, cuma minum air putih doang. Kalo ini air liur udah kayak sumber mengalir terus dari bawah lidah, malah gak enak jadinya.

5. Fokus
Setelah menjalankan program diet saya baru menyadari kalau diet itu juga butuh fokus. Semua hal kalo fokus sudah pasti berhasil kan ya. Kadang tidak bisa disambi mikir yang lain. Pikirannya dieeet terus, nanti makan apa ya, kalorinya berapa ya, kurang berapa hari lagi yaa, udah turun berapa ya.

6. Siapkan baju-baju yang akan dikecilkan
Ini penting. Kalau kamu berhasil. Senangnya luar biasa, PD meningkat drastis, kecantikan bertambah. Senang deh pokoknya kalau berhasil. Baju-baju lama jadi bisa dipake lagi. Baju-baju baru jadi longgar.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat ^_^



Kamis, 24 Mei 2018

Hallo Educa...

Pengalaman keguguran saya ini terjadi sudah sekitar setahun yang lalu. Alhamdulillah sekarang saya sudah dikaruniai seorang anak yang berumur 2 bulan. Iya, lagi lucu-lucunya, hehe. Jadi jangan asal percaya kalo ada orang yang bilang kalo keguguran harus kuret, kalo nggak kuret nanti susah punya anaknya. Sebenarnya sih semuanya tergantung kondisi masing-masing yaaa. Setiap keputusan yang kita ambil pasti ada alasan dan resikonya.

Kenapa bisa keguguran?
Berapa bulan usia kandungan ketika keguguran?
For your information, bagi kalian calon ibu yang ada di luar sana, sangat penting bagi kalian untuk mengetahui siklus menstruasi kalian setiap bulannya. Karena ini akan mempermudah dalam perhitungan masa subur dan tanggal berapa mens bulan berikutnya. Saya sendiri membangun kebiasaan mencatat tanggal menstruasi sejak baru lulus S1, hehehe, nggak ada yang terlambat kan ya.

Kalo saya, setiap bulannya, menstruasi saya maju 5 atau 7 hari. Nah inilah mengapa ketika pada tanggal-tanggal itu saya belum menstruasi berati ada indikasi bahwa saya sedang hamil. Nah benar saja. Waktu itu saya sudah telat 2 hari, belum tahu kalo sedang hamil. Kondisi perut rasanya aneh, seperti lagi nyeri haid. Saya kira tamu bulanan itu akan segera datang. Biasanya gitu kan, kalo mau mens kan cewek suka nyeri-nyeri perut gitu. Saat itu bertepatan di kampus lagi ada acara jalan sehat, saya ikut jalan juga donk, biar sehat, biar gak nyeri-nyeri perut lagi, biar mensnya lancar.

Sesampainya di rumah sore harinya saya benar-benar mens. Biasanya kalo saya mens hari pertama itu langsung banyak dan berwarna merah. Nah mens saya yang kali ini aneh, selama 2 hari berturut-turut mens-nya sedikit dan berwarna coklat seperti mens hari ke-5. Kondisi perut sangat melilit. Lalu saya meminta suami saya untuk membelikan tespek. Aneh ya, padahal jelas-jelas mens, dan ada darahnya, masih juga pengen tespek. Disitulah kadang saya merasa aneh.

Beli tespeknya juga jangan yang mahal-mahal. Pada intinya, ketika kita benar-benar sedang hamil, maka tespek yang murah sekalipun tetap bisa membaca hormon hamil tersebut (lupa apa nama hormonnya, mau googling lagi males, hahah). Waktu itu saya pakai tespek yang 9 ribuan, langsung beli 3.

Penggunaan tespek katanya sih paling baik pas pagi hari setelah bangun tidur, dimana hormon hamil itu lagi banyak-banyaknya. Waktu itu saya menggunakannya sore hari sekitar jam 3 sore, udah penasaran bingit maaakkk. Tapi masih tetap bisa kok. Hasilnya benar-benar mengagetkan. Jeng jeng jeng jeng. Si tespek menunjukkan garis keduanya, walaupun masih agak samar-samar tapi jelas. Sayapun bersabar untuk mencoba tes lagi keesokan harinya (inilah fungsinya beli tespek yang banyak sekalian).

Keesokan harinya, hasilnya pun sama saja, tespek menunjukkan 2 garis. Lalu sore harinya saya pergi ke bidan untuk mencari pencerahan. Hati sudah was-was saja, takut terjadi apa-apa, soalnya tiba-tiba perut rasanya melilit luar biasa, sampai badan lemas. Sesampainya di bidan, saya ditolak, what? Saya saat itu dirujuk ke dokter kandungan untuk USG melihat janinnya masih baik-baik saja atau tidak. Pergilah saya ke dokter kandungan. Dalam perjalanan perut saya semakin melilit, sampai saya nangis-nangis, suami yang pada saat itu ngantar sampai kasihan. Mana antriannya lama banget.

Tibalah nama saya dipanggil untuk ketemu dengan dokternya. Dokternya oke punya, dokter senior yang lumayan terkenal di Kota Bogor, islami, gak pelit ilmu, pokoknya kata-katanya menentramkan. Kadang kalo sama dokter lain bawaannya suka promosi gitu ya, hehe. Saya menceritakan apa yang saya alami ke dokternya. Langsung saya di USG trans V, jadi dimasukkan semacam alat kayak kamera gitu ke lubang vagina kita. Rasanya sedikit sakit. Dari situ ketahuan apa yang terjadi sama rahm kita.

Saat itu di rahim saya terlihat ada kantong janin, tapi janinnya masih belum ada, karena usia kandungan juga masih 2 mingguan. Dari situ saya mulai tanya banyak hal.
Saya: Dok, ini janinnya masih bisa bertahan apa tidak?
Dokter: Ini kan janinnya masih belum kelihatan, masih berupa kantong. Kita lihat perkembangannya 2 minggu lagi janinnya berkembang atau tidak.
Saya: kira-kira berkembang apa tidak dok?
Dokter: Kalo melihat dari pendarahannya bisa jadi akan terjadi keguguran, kita lihat saja nanti kalo masih mens terus sampai beberapa hari kemungkinan janinnya tidak akan berkembang.
Saya: Kalo keguguran berati harus kuret ya dok?
Dokter: Kalo usia kandungan masih awal gini sih nggak perlu kuret, pakai obat saja sudah cukup. nanti kita lihat 2 minggu lagi. Saya tidak kasi penguat kandungan ya. Kalo memang benar keguguran biar saja keluar secara alami.

Kemudian saya diberi obat blodstop (kalo gak salah), kemungkinan ini obat untuk meredakan pendarahan. Tapi sampai obatnya habis, pendarahan saya tak juga berhenti.

2 minggu kemudian saya ke rumah sakit lagi, tapi sayang saya tidak menemukan dokter idola yang pertama tadi. akhirnya hrus menerima dengan dokter yang lainnya. Setelah saya menceritakan apa yang saya alami, oleh dokterya saya disuruh kuret. Jediaaarrrr. Langsung shock sayanya. Membayangkan kata-kata kuret saja perut saya langsung sakit. Akhirnya saya minta untuk pulang dulu saja, dan diresepkan obat.

Mengapa tidak kuret?
Saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keguguran dan pengobatannya. Saya memutuskan untuk tidak mengambil jalan kuret. Jaman sekarang, dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran maka mudah saja bagi kita untuk memilih jalan kuret. Lalu bagaimana dengan orang-orang jaman dahulu? bahkan mereka memiliki anak sampai 10 orang. Sudah pasti mereka kenyang dengan prahara masalah rahim. Mungkin saat itu kuret masih barang langka. Dan mereka baik-baik saja. Itulah yang akhirnya mendorong saya untuk membuat terapi untuk diri saya sendiri.

Setiap hari saya mengkonsumsi kunyit asam, sehari 2 gelas belimbing, pagi segelas sore segelas. Kunyit asamnya ini pun saya buat sendiri. Saya bikinnya langsung untuk 2 hari. Kunyit asam berfungsi sebagai obat luka atau infeksi. Googling sendiri deh untuk lebih jelasnya. Yang pasti, kunyit asam dapat mencegah infeksi pada rahim dan membantu melancarkan haid. Sesekali saya juga mengkonsumsi air kelapa hijau.

Berapa lama pendarahannya?
Pada dasarnya keguguran itu seperti orang nifas. Pendarahan bisa terjadi 40 hari, atau bahkan lebih, tergantung kondisi tubuh masing-masing orang. Pas awal-awal pendarahan seperti mens hari ke-3, jadi tidak terlalu banyak gitu, ini terjadi selama sebulan. Sudah was-was saja sayanya, takut darah ini nggak berhenti. Setelah memasuki bulan kedua, darah yang keluar seperti mens hari ke-5, sedikit-sedikit dan berwarna coklat, itupun juga terjadi selama sebulan. Total pendarahan yang terjadi sama saya adalah 2 bulan, pas banget 2 bulan.

Saya berkeyakinan, apa yang saya alami ini akan menunjukkan kesembuhan ketika siklus menstruasi saya kembali ke jadwak semula. Dan alhamdulillah sebulan kemudian saya mens, sebulan kemudiannya lagi sudah kelihatan siklus mens saya kembali ke jadwal semula, maju 5 sampai 7 hari. Sekali lagi, penting bagi kita untuk selalu mencatat tanggal kapan kita menstruasi.

Melalui pengalaman itu, bagi saya, sangatlah penting menjaga aktivitas kita jika ingin segera hamil. Setelahnya pun saya mulai menjaga aktivitas saya, jalan pelan-pelan, naik tangga juga pelan-pelan. Dan alhamdulillahnya lagi, sebulan kemudian saya sudah hamil lagi. Yiiipiiieee...

Sekali lagi, semua tergantung kondisi masing-masing ya. Di sini saya hanya bercerita bahwa pilihan untuk tidak kuret pun ternyata ada. Seperti orang-orang jaman dahulu yang menggunakan terapi tanaman. Yang penting kita yakin dengan apa yang kita jalani. Dan jangan lupa untuk selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya, karena itulah yang akan memperbesar keyakinan atas apa yang sudah kita pilih.

Semoga bermanfaat ya guys... :D




Categories EDUCA

Statistics

Ratna Educa. Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tentang Penulis

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Saya adalah seorang yang suka belajar banyak hal, terutama tentang manusia dan kehidupannya. Karena setiap manusia itu memiliki keunikan dengan segala keterbatasannya. Dari situ kita bisa saling mengambil pelajaran, dan menghargai perbedaan.

Popular Posts