Senin, 02 Juli 2018


Hallo Educa...

Seseorang berpendidikan tinggi, kita sebut saja S2, tidak menjamin akan mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi juga tidak berarti akan susah. Semua butuh usaha, tidak instan. Mie instan saja yang katanya instan tetap harus direbus dulu kan.

Sejak pemerintah meluncurkan program Beasiswa Unggulan pada tahun 2011 lalu, lulusan S2 bak jamur di musim penghujan, membludak. Ini memang yang diharapkan oleh pemerintah sih, yaitu meningkatnya jumlah lulusan S2 dan S3.

Saat itu lulusan beasiswa diwajibkan untuk mengabdi di subuah perguruan tinggi dalam waktu yang sudah ditentukan. Ditambah lagi, akan digaji minimal sebesar UMR.

Sayangnya niat baik pemerintah itu tidak dibarengi dengan keinginan perguruan tinggi. Banyak perguruan tinggi, bahkan mungkin semua, tidak mampu membayar gaji dosen “junior” sebesar UMR. Kalaupun ada, pasti akan memicu keributan dengan dosen “senior”.

Tetapi permasalahn tadi tetap tidak menyurutkan lulusan S2 untuk memburu lowongan dosen. Cara yang dilakukanpun bervariasi. Berikut ini saya akan merangkum usaha-usaha yang sudah saya dan teman-teman saya lakukan untuk mencari dan melamar menjadi dosen.

#1 Mencari lowongan dosen melalui internet

Dengan cara ini, sama saja kita sudah disediakan sebungkus nasi goreng. Tinggal kita mau memakannya atau tidak. Lowongan dosen sering kali muncul ketika mendekati semester baru, Bulan Maret atau September. Bahkan tidak jarang perguruan tinggi terkemuka yang membuka kesempatan ini.

Lowongan seperti ini biasanya banyak bermunculan di grup Whatsapp alumni. Inilah salah satu keuntungan grup alumni. Lebih untung lagi jika persyaratannya sesuai dengan yang kita miliki. Biasanya persyaratan yang menjadi kendala adalah masalah bidang keilmuan dan atau jarak dengan domisili.

Jika sobat belum menemukan PT yang sedang membuka lowongan, silakan baca cara yang ke-2.

#2 Mencari info dari kerabat atau teman

Berbahagialah sobat yang memiliki kerabat yang bekerja di sebuah PT. Apalagi jika kerabatnya itu memiliki jabatan tertentu di PT tersebut. Nggak banyak syarat yang harus dipenuhi, biasanya langsung diterima.

Jika sobat tidak memiliki kerabat di PT, bisa mencari info melalui teman yang sudah menjadi dosen di PT tujuan. Biasanya ada PT yang sebenarnya dia membutuhkan dosen, tapi malas membuat iklannya. Kejadian seperti ini biasanya terjadi apabila di PT tersebut tidak mengadakan tes untuk merekrut dosen. Dengan kata lain, hanya seleksi berkas saja.

Jika sobat ingin segera menjadi dosen tapi belum juga dapat WA dari teman, silakan coba cara yang ke-3.

#3 Mengirim berkas secara random

Daripada menunggu yang tidak pasti, mending melakukan yang pasti-pasti saja. Sobat bisa melakukan cara ini dengan membuat list perguruan tinggi dan alamatnya.

Cara ini cukup simple. Kita hanya membuat list perguruan tinggi yang kita inginkan, beserta alamatnya. Kemudian mengetikkannya pada selembar kertas. Tempel di amplop. Isi amplop dengan berkas. Lalu kirim.

Tunggu hingga beberapa saat. Masa penantian ini waktunya bisa bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Jadi bersabar saja yaaa.

#4 Mengirim lamaran langsung ke PT tujuan

Keuntungan dari cara ini adalah, sobat bisa langsung ngobrol dengan si empunya. Dari obrolan tersebut sobat bisa langsung mengetahui hasilnya, ntah itu diterima, ditolak, atau harus menunggu sampai nanti ada lowongan.

Itu tadi cara yang bisa sobat lakukan dalam mencari lowongan dosen. Jangan patah semangat ya. Tidak ada usaha yang sia-sia. Semua pasti ada hikmahnya.

Semoga bermanfaat ^_^


Kamis, 31 Mei 2018

Hallo educa...
Setelah kemarin blog sempat nggak terurus selama hampir 2 bulan, sekarang saatnya atur jadwal, setiap jumat saya harus utak-atik blog, titik, harus.

Tulisan saya yang terakhir kemarin, rata-rata berkisah tentang pengalaman semua ya. Maklum sih mental mental curhat, hahahah. Enggak kok, cuman berbagi aja (ngok :D).

Jadi 50 hari yang lalu kan saya habis melahirkan, terus badan merasa agak gendutan (lebih tepatnya sangat gendut). Segendut-gendutnya saya, saya tidak pernah memiliki berat badan lebih dari 58 kg. Nah ini? Waktu hamil kemarin sempat naik 20 kg, dari 57 kg menjadi 67 kg. so amazing. Kok iso ya. Ya kan hamil to, jadi ya wajar aja.

3 minggu setelah melahirkan udah turun 10 kg, jadi 67 kg. Alhamdulillah alhamdulillah. 2 minggu kemudian, tanpa usaha yang berarti, beratbadan saya turun lagi 2 kg. Artinya, 8 kg lagi menuju berat semula.

Tapi masalahnya sekarang, saya pengen punya BB yang kayak pas kuliah dulu, 52 kg lah. Duh, berat yaa. Dulu sempat diet sih, 3 tahun lalu. Nah sekarang pengen diet lagi. Nah, itu, yang mau saya bagikan. Tentang pengalaman saya diet dulu. Biar semangat dietnya, jadi boleh lah ya sambil bernostalgia membayangkan saat-saat kurus dulu.

Supaya diet kamu berhasil, ikuti tips berikut.

1. Niat
Ini sering kali menjadi tips populer nomor wahid bagi dieter. Dan ini benar. Sebelum memulai diet, teman2 harus berkomitmen pada diri sendiri untuk mematuhi rule yang telah ditentukan sendiri. Kurang enak apa coba, udah rule-nya bikin sendiri, dijalan-jalanin sendiri, tinggal prakteknya aja susahnya minta ampun, manja sih pada tubuh sendiri (marahin diri sendiri, wkwkwkw).

2. Menentukan batas waktu
Sayangnya saya bukan termasuk orang yang tlaten hidup sehat. Makan kadang masih suka asal, mie instan, gorengan, you know lah ya makanan-makanan itu rasanya luar biasa jika ketemu mulut. jadi saya menentukan batas waktu untuk diri saya sendiri. Waktu itu saya ingin melakukan diet selama 2 bulan, dimulai dari tanggal 1 april. Jadi saya punya kalender yang ditempel di dinding, biar mudah untuk dicoret-coret, atau biasanya saya lingkari kalo sehari sudah terlewati. Beneran ini bikin semangat banget, kayak ngitung puasa, hahaha.

3. Memilih diet yang cocok
Untuk mengetahui tentang jenis-jenis diet, kamu harus banyak baca. Kebetulan diet yang saya gunakan adalah OCD punyanya Dedy Corbuzier. Jadi waktu itu saya searching tentang OCD, download ebooknya, kepoin pengalaman dieter-dieter yang sudah berhasil, apalah pokoknya yang bikin motivasi jadi naik. Ada teman saya yang menggunakan diet mayo juga, dia konsisten juga, dan berhasil menurunkan sekitar 20 kg-an dalam waktu 6 bulan, emang usahanya mati-matian sih. Makanya, jangan patah semangat, ayooo. Nggak enak lo jadi orang gendut.

4. Beri tahu teman-temanmu
Godaan terberat dari pelaku diet, adalah, "ajakan makan dari teman". Iya nggak? ngaku... Alangkah lebih baiknya jika teman-temanmu tahu bahwa kamu sedang diet. Saya dulu setiap diajak teman untuk makan siang, dengan sopan saya menolaknya. Kadang ikut juga tapi nggak ikut makan, cuma minum air putih doang. Kalo ini air liur udah kayak sumber mengalir terus dari bawah lidah, malah gak enak jadinya.

5. Fokus
Setelah menjalankan program diet saya baru menyadari kalau diet itu juga butuh fokus. Semua hal kalo fokus sudah pasti berhasil kan ya. Kadang tidak bisa disambi mikir yang lain. Pikirannya dieeet terus, nanti makan apa ya, kalorinya berapa ya, kurang berapa hari lagi yaa, udah turun berapa ya.

6. Siapkan baju-baju yang akan dikecilkan
Ini penting. Kalau kamu berhasil. Senangnya luar biasa, PD meningkat drastis, kecantikan bertambah. Senang deh pokoknya kalau berhasil. Baju-baju lama jadi bisa dipake lagi. Baju-baju baru jadi longgar.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat ^_^



Kamis, 24 Mei 2018

Hallo Educa...

Pengalaman keguguran saya ini terjadi sudah sekitar setahun yang lalu. Alhamdulillah sekarang saya sudah dikaruniai seorang anak yang berumur 2 bulan. Iya, lagi lucu-lucunya, hehe. Jadi jangan asal percaya kalo ada orang yang bilang kalo keguguran harus kuret, kalo nggak kuret nanti susah punya anaknya. Sebenarnya sih semuanya tergantung kondisi masing-masing yaaa. Setiap keputusan yang kita ambil pasti ada alasan dan resikonya.

Kenapa bisa keguguran?
Berapa bulan usia kandungan ketika keguguran?
For your information, bagi kalian calon ibu yang ada di luar sana, sangat penting bagi kalian untuk mengetahui siklus menstruasi kalian setiap bulannya. Karena ini akan mempermudah dalam perhitungan masa subur dan tanggal berapa mens bulan berikutnya. Saya sendiri membangun kebiasaan mencatat tanggal menstruasi sejak baru lulus S1, hehehe, nggak ada yang terlambat kan ya.

Kalo saya, setiap bulannya, menstruasi saya maju 5 atau 7 hari. Nah inilah mengapa ketika pada tanggal-tanggal itu saya belum menstruasi berati ada indikasi bahwa saya sedang hamil. Nah benar saja. Waktu itu saya sudah telat 2 hari, belum tahu kalo sedang hamil. Kondisi perut rasanya aneh, seperti lagi nyeri haid. Saya kira tamu bulanan itu akan segera datang. Biasanya gitu kan, kalo mau mens kan cewek suka nyeri-nyeri perut gitu. Saat itu bertepatan di kampus lagi ada acara jalan sehat, saya ikut jalan juga donk, biar sehat, biar gak nyeri-nyeri perut lagi, biar mensnya lancar.

Sesampainya di rumah sore harinya saya benar-benar mens. Biasanya kalo saya mens hari pertama itu langsung banyak dan berwarna merah. Nah mens saya yang kali ini aneh, selama 2 hari berturut-turut mens-nya sedikit dan berwarna coklat seperti mens hari ke-5. Kondisi perut sangat melilit. Lalu saya meminta suami saya untuk membelikan tespek. Aneh ya, padahal jelas-jelas mens, dan ada darahnya, masih juga pengen tespek. Disitulah kadang saya merasa aneh.

Beli tespeknya juga jangan yang mahal-mahal. Pada intinya, ketika kita benar-benar sedang hamil, maka tespek yang murah sekalipun tetap bisa membaca hormon hamil tersebut (lupa apa nama hormonnya, mau googling lagi males, hahah). Waktu itu saya pakai tespek yang 9 ribuan, langsung beli 3.

Penggunaan tespek katanya sih paling baik pas pagi hari setelah bangun tidur, dimana hormon hamil itu lagi banyak-banyaknya. Waktu itu saya menggunakannya sore hari sekitar jam 3 sore, udah penasaran bingit maaakkk. Tapi masih tetap bisa kok. Hasilnya benar-benar mengagetkan. Jeng jeng jeng jeng. Si tespek menunjukkan garis keduanya, walaupun masih agak samar-samar tapi jelas. Sayapun bersabar untuk mencoba tes lagi keesokan harinya (inilah fungsinya beli tespek yang banyak sekalian).

Keesokan harinya, hasilnya pun sama saja, tespek menunjukkan 2 garis. Lalu sore harinya saya pergi ke bidan untuk mencari pencerahan. Hati sudah was-was saja, takut terjadi apa-apa, soalnya tiba-tiba perut rasanya melilit luar biasa, sampai badan lemas. Sesampainya di bidan, saya ditolak, what? Saya saat itu dirujuk ke dokter kandungan untuk USG melihat janinnya masih baik-baik saja atau tidak. Pergilah saya ke dokter kandungan. Dalam perjalanan perut saya semakin melilit, sampai saya nangis-nangis, suami yang pada saat itu ngantar sampai kasihan. Mana antriannya lama banget.

Tibalah nama saya dipanggil untuk ketemu dengan dokternya. Dokternya oke punya, dokter senior yang lumayan terkenal di Kota Bogor, islami, gak pelit ilmu, pokoknya kata-katanya menentramkan. Kadang kalo sama dokter lain bawaannya suka promosi gitu ya, hehe. Saya menceritakan apa yang saya alami ke dokternya. Langsung saya di USG trans V, jadi dimasukkan semacam alat kayak kamera gitu ke lubang vagina kita. Rasanya sedikit sakit. Dari situ ketahuan apa yang terjadi sama rahm kita.

Saat itu di rahim saya terlihat ada kantong janin, tapi janinnya masih belum ada, karena usia kandungan juga masih 2 mingguan. Dari situ saya mulai tanya banyak hal.
Saya: Dok, ini janinnya masih bisa bertahan apa tidak?
Dokter: Ini kan janinnya masih belum kelihatan, masih berupa kantong. Kita lihat perkembangannya 2 minggu lagi janinnya berkembang atau tidak.
Saya: kira-kira berkembang apa tidak dok?
Dokter: Kalo melihat dari pendarahannya bisa jadi akan terjadi keguguran, kita lihat saja nanti kalo masih mens terus sampai beberapa hari kemungkinan janinnya tidak akan berkembang.
Saya: Kalo keguguran berati harus kuret ya dok?
Dokter: Kalo usia kandungan masih awal gini sih nggak perlu kuret, pakai obat saja sudah cukup. nanti kita lihat 2 minggu lagi. Saya tidak kasi penguat kandungan ya. Kalo memang benar keguguran biar saja keluar secara alami.

Kemudian saya diberi obat blodstop (kalo gak salah), kemungkinan ini obat untuk meredakan pendarahan. Tapi sampai obatnya habis, pendarahan saya tak juga berhenti.

2 minggu kemudian saya ke rumah sakit lagi, tapi sayang saya tidak menemukan dokter idola yang pertama tadi. akhirnya hrus menerima dengan dokter yang lainnya. Setelah saya menceritakan apa yang saya alami, oleh dokterya saya disuruh kuret. Jediaaarrrr. Langsung shock sayanya. Membayangkan kata-kata kuret saja perut saya langsung sakit. Akhirnya saya minta untuk pulang dulu saja, dan diresepkan obat.

Mengapa tidak kuret?
Saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keguguran dan pengobatannya. Saya memutuskan untuk tidak mengambil jalan kuret. Jaman sekarang, dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran maka mudah saja bagi kita untuk memilih jalan kuret. Lalu bagaimana dengan orang-orang jaman dahulu? bahkan mereka memiliki anak sampai 10 orang. Sudah pasti mereka kenyang dengan prahara masalah rahim. Mungkin saat itu kuret masih barang langka. Dan mereka baik-baik saja. Itulah yang akhirnya mendorong saya untuk membuat terapi untuk diri saya sendiri.

Setiap hari saya mengkonsumsi kunyit asam, sehari 2 gelas belimbing, pagi segelas sore segelas. Kunyit asamnya ini pun saya buat sendiri. Saya bikinnya langsung untuk 2 hari. Kunyit asam berfungsi sebagai obat luka atau infeksi. Googling sendiri deh untuk lebih jelasnya. Yang pasti, kunyit asam dapat mencegah infeksi pada rahim dan membantu melancarkan haid. Sesekali saya juga mengkonsumsi air kelapa hijau.

Berapa lama pendarahannya?
Pada dasarnya keguguran itu seperti orang nifas. Pendarahan bisa terjadi 40 hari, atau bahkan lebih, tergantung kondisi tubuh masing-masing orang. Pas awal-awal pendarahan seperti mens hari ke-3, jadi tidak terlalu banyak gitu, ini terjadi selama sebulan. Sudah was-was saja sayanya, takut darah ini nggak berhenti. Setelah memasuki bulan kedua, darah yang keluar seperti mens hari ke-5, sedikit-sedikit dan berwarna coklat, itupun juga terjadi selama sebulan. Total pendarahan yang terjadi sama saya adalah 2 bulan, pas banget 2 bulan.

Saya berkeyakinan, apa yang saya alami ini akan menunjukkan kesembuhan ketika siklus menstruasi saya kembali ke jadwak semula. Dan alhamdulillah sebulan kemudian saya mens, sebulan kemudiannya lagi sudah kelihatan siklus mens saya kembali ke jadwal semula, maju 5 sampai 7 hari. Sekali lagi, penting bagi kita untuk selalu mencatat tanggal kapan kita menstruasi.

Melalui pengalaman itu, bagi saya, sangatlah penting menjaga aktivitas kita jika ingin segera hamil. Setelahnya pun saya mulai menjaga aktivitas saya, jalan pelan-pelan, naik tangga juga pelan-pelan. Dan alhamdulillahnya lagi, sebulan kemudian saya sudah hamil lagi. Yiiipiiieee...

Sekali lagi, semua tergantung kondisi masing-masing ya. Di sini saya hanya bercerita bahwa pilihan untuk tidak kuret pun ternyata ada. Seperti orang-orang jaman dahulu yang menggunakan terapi tanaman. Yang penting kita yakin dengan apa yang kita jalani. Dan jangan lupa untuk selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya, karena itulah yang akan memperbesar keyakinan atas apa yang sudah kita pilih.

Semoga bermanfaat ya guys... :D




Kamis, 22 Februari 2018


Hallo educa...
Sudah pernah mendaftar anggota Perpusnas belum?
Hafal nomor anggotanya nggak?
Hafal passwordnya?

Jadi ceritanya begini, saya dulu sempat mendaftar keanggotaan perpusnas. Sudah lama banget. Saat itu kan diberi nomor anggota dan juga password. Eh ternyata nomor anggota dan password saya lupa di taruh mana. Saya cari-cari email juga gak ada. Yaudah deh ya akhirnya saya search bagaimana cara meminta nomor anggota dan password saya yang lupa itu. secara sudah gak bisa daftar lagi, karena daftarnya menggunakan nomor KTP. Dan sampailah saya dibawa ke sebuah blog yang menjelaskan bahwa nomor anggota dan password bisa kita minta kembali dengan berkirim email ke alamat layanan_esources@perpusnas.go.id

Pada 12 Desember 2017 kemarin saya berkirim email untuk meminta nomor anggota dan password ke email tersebut. Saya tunggu-tunggu belum juga dibalas. Hingga tanggal 22 Februari 2018 saya mendapatkan email balasan dari email tersebut. Dengan bahasa yang sopan, admin memberikan nomor anggota dan password saya yang baru, dan menjelaskan bahwa jika ada pertanyaan terkait keanggotaan (misal lupa password atau no anggota) dapat langsung menghubungi di email ini:
layanan_keanggotaan@perpusnas.go.id
dan berikut nama admin/librariannya: Arief Wicaksono, 081311610001, arief_wicaksono@perpusnas.go.id

Selamat mencoba...




Hallo educa...
Judulnya bikin merinding yeee. Jadi ingat dulu saya sering banget penasaran kira-kira bagaimana seseorang itu bertemu dengan jodohnya, apakah mereka saling mencintai, apakah cinta itu bisa tumbuh setelah menikah. Pertanyaan-pertanyaan yang membuat galau sendiri.

Tapi memang ya, pada usia 25 tahun ke atas seorang wanita dan pria sering dilanda dilema masalah percintaan. Dan jodoh datangnya tidak bisa ditebak. Ada yang sudah pacaran lama, tapi belum tau hubungannya mau dibawa kemana. Ada yang sudah cinta mati tapi malah diselingkuhi. Ada yang sudah berusaha mencari kenalan sana sini tapi tetap saja hp sepi. Bahkan waktu dan tempatnya pun kita tidak bisa menentukan harus dimana dan kapannya. Saya sendiri baru menikah ketika berumur 28 tahun. Dan itupun harus melalui tangisan bombay.

Ceritanya berawal ketika saya baru saja menyelesaikan studi S2 saya di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Dekat dengan beberapa orang selama di Jogja tidak lantas membuat saya menemukan seseorang yang cocok untuk membina rumah tangga. Sehingga saya merasa saat itu adalah saat yang tepat untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi.

Hingga suatu hari saya diterima bekerja di salah satu universitas swasta yang ada di Bogor pada awal tahun 2016. Dan sejak itulah saya mulai dekat lagi dengan temannya teman saya yang dulu sempat menjadi teman mendaki semasa di Jogja. Dan kamipun menjalin hubungan LDR sebut saja dengan Mas A. Dari situ kami selalu berkomunikasi dan membuat perencanaan ke depannya seperti apa. Perencanaan sudah dibuat dengan matangnya. Kamipun saling mendoakan untuk kelancaran hubungan kami ke depannya, karena sepertinya ini tidak akan mudah. Mas A sedang menunggu program PNS Guru Garis Depan (GGD) di daerah terpencil. Taukan yang programnya pemerintah itu. Dan hubungan kami harus semakin kuat untuk menghadapi rintangan di depan.

Hingga suatu saat muncullah permasalahan. Program PNS GGD tidak kunjung memberikan kabar gembira. Hingga pada pertengahan tahun 2016 Mas A memutuskan untuk berpisah dengan saya karena tidak mau saya menunggu terlalu lama untuk menikah. Padahal saya masih bersedia untuk menunggu, tapi dia tidak mau. Saat itulah hati saya mulai tercabik-cabik, merasa bahwa Allah tidak adil. Bagaimana mungkin saya bisa menemukan seseorang yang cocok dalam waktu dekat ini. Sedangkan saya termasuk orang yang susah membuka diri. Saya sedih, bukan karena Mas A gak jujur. Saya yakin dia jujur, dan saya mengerti beratnya beban pikiran yang dipikulnya. Sampai saya menangis 3 hari 3 malam, gak nafsu makan, higga dalam waktu seminggu badan saya mulai kurus sampai orang-orang di sektar saya merasa pangling.

Sebulan pertama saya masih berusaha untuk mengembalikan hubungan kami. Saya selalu menelfonnya. Tetapi lama-lama telfon saya tidak pernah diangkat lagi. Saat itulah saya sadar, harus segera move on. Posisi saya yang bekerja di Bogor yang sangat jauh dari keluarga yang ada di Kediri membuat saya semakin bersedih. Hingga saya berencana untuk resign pada akhir tahun untuk mencari pekerjaan di daerah Jawa Timur saja.

Rencana saya tentu diketahui oleh teman-teman terdekat saya, termasuk juga Mas H, yang saya kenal pertama kali pada bulan Maret 2016. Kami tergabung dalam grup komplek dimana orang-orang rantau mencari kebahagiaan. Kami sering main bareng, makan bareng, kemana-mana bareng, barengnya dengan banyak orang, bukan berdua saja. Hingga kami merasa seperti keluarga. Sayapun akhirnya sering menelfon dia untuk sekedar mencari hiburan, dan saran bagaimana agar bisa balikan dengan mantan saya. Dia pun memberikan solusi yang kadang serius dan kadang lucu.

Hingga pada Bulan September hubungan kami semakin dekat. Rasanya tidak enak ketika sehari saja tidak saling mengabari. Seingat saya tidak ada acara tembak-tembakan. Yang ada Mas H hanya bilang "Kita bikin batik couple yuk?". Hah buat apa bikin batik couple? Dan sayapun mencoba merspon permintaan dia "Iya kta beli bahannya saja trus jahit sendiri." Diapun mengiyakan.

Lama-lama Mas H ingin main ke Kediri bertemu dengan ortu saya. Dari situlah kami mulai terbuka tentang perasaan masing-masing. Saling menghargai, saling memperhatikan, dan saling menjaga. Kami mencoba untuk menjalani prosesnya setahap demi setahap. Karena ini juga tidak akan mudah, keluarga saya di Kediri sedangkan keluarganya di Tasik, membutuhkan waktu dan energi yang cukup terkuras untuk saling bertemu keluarga saja.

Dalam waktu singkat, pada bulan Oktober kami sudah saling mengunjungi keluarga. Bahkan tanggal pernikahanpun sudah ditentukan. Tidak percaya rasanya, benarkah ini terjadi? Dag dig dug rasanya menunggu pernikahan 4 bulan lagi.

Akhirnya kami menikah pada 22 Februari 2017 dengan lancar. Dan hari ini tepat 1 tahun usia pernikahan kami. Alhamdulillah. Kami selalu berusaha untuk saling menjaga, saling memperhatikan, saling memanjakan, dan saling mengingatkan satu sama lain. Saya selalu berdoa semoga pernikahan ini menjadi pernikahan yang membahagiakan hingga maut memisahkan, amiin.

Waktu Berkunjung Ke Tasik, Hometownnya Mas H

Buat yang masih jomblo, jangan bersedih yaaa. Suatu hari akan tiba saatnya seseorang meminangmu dengan cara yang indah. Kalo sudah sampai di sini jadi merasa bahwa galau itu wajar ya, suatu saat nanti rasa galau itu akan terbayar.

Semangat... ^ ^


Rabu, 21 Februari 2018


Hallo educa...
Sudah pernah punya pengalaman menjadi seorang reviewer jurnal? Kalau belum, buruan gih daftar, hehehe. Sejak saya masuk dalam dunia pengelolaan jurnal, sedikit demi sedikit saya jadi tahu seluk beluk pengelolaan jurnal.

Apa tugas dari reviewer?

Salah satu hal yang berkaitan dengan jurnal adalah reviewer, atau biasa disebut sebagai mitra bestari. Lalu apakah tugas dari reviewer/mitra bestari? Tugas mereka adalah membantu mereview artikel yang dikirimkan kepada mereka dan memberikan masukan supaya artikel tersebut lebih baik lagi kontennya. Sampai pada akhirnya mereka memberikan rekomendasi artikel tersebut harus diterima atau harus ditolak.

Bagaimana cara mendaftar sebagai reviewer?

Menjadi seorang reviewer jurnal itu gak harus expert di bidang perjurnalan, yang penting daftar saja dulu. Karena di luar sana banyak sekali jurnal yang membutuhkan reviewer dari luar kampusnya. Mengapa demikian? Karena hal tersebut menjadi salah satu syarat untuk mengajukan akreditasi. Kebetulan kemarin saya dapat info dari teman tempat nongkrongnya jurnal-jurnal yang membutuhkan reviewer. Silakan bisa mendaftar melalui webnya Relawan Jurnal di sini.
Ada satu lagi bonus. Jika Anda seorang pengelola jurnal dan membutuhkan reviewer bisa juga mencarinya di sini.

Berapakah honor reviewer jurnal?

Waduh, pertanyaan sulit nih, hahaha. Sistem pengelolaan jurnal itu bermacam-macam. Seorang pengelola jurnal bisa mendapatkan honor dari artikel yang direview mulai dari 50 ribu per artikel (bisa kurang, bisa lebih). Tapi banyak pula jurnal yang tidak memberikan honor, tapi hanya memberikan SK atau sertifikat saja sebagai ucapan terima kasih.

Jangan berkecil hati dulu. Bahkan reviewer yang sudah terkenal saja dia rela tidak dibayar untuk itu. Yang penting ada SK saja sudah alhamdulillah. Karena nanti SK itu akan bermanfaat untuk pengajuan jabatan fungsional bagi dosen. Tentunya, menjadi seorang reviewer jurnal akan menambah pengalaman kita. Semakin kita ahli, semakin kita dicari. Make good your performance, the left will follow.

Wujud SK reviewer jurnal itu seperti apa?

Wujudnya bermacam-macam yaaa. Tapi berikut ini akan saya beri contoh SK reviewer yang dikeluarkan oleh jurnal yang saya kelola. Lampirannya bisa dilihat di sini.

Mungkin itu sedikit tentang reviewer jurnal. Sekarang gak usah ragu lagi menjadi reviewer jurnal yaa. Selamat mereview... Semoga bermanfaat...


Selasa, 20 Februari 2018


Hallo educa...
Sebagai seorang dosen di universitas swasta pasti menjadi bagian dari Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta). Karena kampus saya berada di wilayah Jawa Barat, sehingga menjadi bagian dari Kopertis 4. Berhubung saya sedang dalam proses mengajukan jabatan fungsional, jadi saya membutuhkan informasi-informasi berkaitan dengan janfung. Maklum, udah kebelet pengen tes serdos, hehehe.

Setelah tanya sana sini, ternyata bisa lo kita berlangganan info-info penting dari kopertis. Tapi ini khusus untuk kopertis wilayah 4 saja yaaa. Caranya dengan mendaftarkan email kita di portal kopertis 4, tepatnya di pojok kanan atas seperti yang dilingkasi warna merah pada gambar di bawah ini.

Lingkaran Merah untuk Mendaftarkan Email

Hayuklah ya, yang tidak ingin ketinggalan tentang berita-berita dari kopertis 4 bisa segera mendaftar di www.kopertis4.or.id

Selamat mencoba... Semoga bermanfaat...

Categories EDUCA

Statistics

Ratna Educa. Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tentang Penulis

Foto saya
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Saya adalah seorang yang suka belajar banyak hal, terutama tentang manusia dan kehidupannya. Karena setiap manusia itu memiliki keunikan dengan segala keterbatasannya. Dari situ kita bisa saling mengambil pelajaran, dan menghargai perbedaan.

Popular Posts